Membentuk Jiwa Sufi

Catatan Oleh: .::.anNaQshY.::. | Friday, December 28, 2007 | | 0 Komen »

بسم الله الرحمن الرحيم

[205] Dan sebutlah serta ingatlah akan Tuhanmu dalam hatimu, dengan merendah diri serta dengan perasaan takut (melanggar perintahnya) dan dengan tidak pula menyaringkan suara, pada waktu pagi dan petang dan janganlah engkau menjadi dari orang-orang yang lalai. [al a'raf; 205]

[190] Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi dan pada pertukaran malam dan siang, ada tanda-tanda (kekuasaan, kebijaksanaan dan keluasan rahmat Allah) bagi orang-orang yang berakal.

[191] (Iaitu) orang-orang yang menyebut dan mengingati Allah semasa mereka berdiri dan duduk dan semasa mereka berbaring mengiring dan mereka pula memikirkan tentang kejadian langit dan bumi (sambil berkata): Wahai Tuhan kami! Tidaklah Engkau menjadikan benda-benda ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari azab Neraka. [ali Imran; 190-191]

والله أعلم

[+/-] Selengkapnya...

Boikot Maybank?

Catatan Oleh: .::.anNaQshY.::. | Tuesday, December 18, 2007 | | 0 Komen »

بسم الله الرحمن الرحيم

Boikot Maybank? Mmm agak-agaknya kenapa ya...

Tapi, agak-agaknya berkesan atau tidak, sebab tengok ramai je kat Maybank tu. Biasanya, orang Malaysia ni, payah sikit nak boikot-memboikot ni.





waAllahua'lam

[+/-] Selengkapnya...

Selintas Kabar Dakwah di Malaysia.

Catatan Oleh: .::.anNaQshY.::. | Monday, December 10, 2007 | | 1 Komen »

بسم الله الرحمن الرحيم

Selasa 13 november 2007 saya tiba bersama Muhammad Qalby di Bandara Kualalumpur, sebagai ibukota Negara Malaysia, dalam ketibaan kami di bandara kami hanya beberapa menit saja di Bandara karena telah ditunggu pesawat berikutnya untuk menuju Pulau Penang, kami pun bersatu dengan rombongan dari Huraidhah Hadramaut, yaitu yg dimuliakan Allah Al Arif billah Assayyid Alhabib Abdullah bin Ali bin Salim Alattas (Munsib Alattas), yg didampingi oleh putra beliau Muhammad bin Abdullah dan Sayyid Abdurrahman Aljunaid dari Tarim Hadramaut.


Sungguh wajah sejuk Al Arif billah Al Habib Abdullah bin Ali bin Salim Alattas mengingatkan kita pada sabda Rasulullah saw : “Maukah kalian kuberitahu yg terbaik diantara kalian?, mereka adalah yg jika dilihat wajahnya akan membuat orang menjadi berdzikir dan ingat kepada Allah” (HR Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad), Wajah sejuk itu menyiratkan khusyu dan rendah hati pada sosok mulia ini, beliau adalah pemegang sanad terkuat dan terdekat kepada Hujjatul Islam wa Barakatul Anam, Al Imam Umar bin Abdurrahman Alattas shohiburratib, yg merupakan guru dari Hujjatul Islam wa Barakatul Anam Al Imam Abdullah bin Alwi Alhaddad shohiburratib.

Kami tiba di Pulau Penang disambut oleh para pemuda dan tokoh tokoh ulama muda setempat dan lansung menuju Masjid Negeri di Penang, kami beristirahat beberapa jam di tempat yg disediakan di Masjid tersebut, masjid yg sangat megah dan telah tersedia ruang istirahat tamu tamu besar, menunjukkan bahwa masjid ini sering dikunjungi tamu dari Luar Negeri. Kamipun beramah tamah dengan Imam Masjid setempat dan kemudian menuju masjid untuk melakukan Magrib berjamaah dan kemudian penceramah pertama adalah Prof Doktor Dato’ Sayyid Aqil Al Mahdaliy, yg menjabat sebagai rektor Universitas Insaniyah, beliau adalah alumni Universitas Ainussyams Al Azhar Cairo, dan kemudian saya sebagai pembicara terakhir, acara ditutup dengan doa dan talqin dzikir oleh Al Arif Billah Assayyid Alhabib Abdullah bin Ali Alattas (Munsib Alattas Huraidhah, Hadramaut). Pembicaraan kami saat itu seputar sejarah Al Imam Hujjatul Islam wa Barakatul Anam, Al Hafidh Al Musnid Alhabib Abdullah bin Alwi Alhaddad Shohiburratib rahimahullah. Selepas acara kami meneruskan dengan makan malam di masjid tersebut dan kemudian menuju Kedah dan beristirahat.

Kedah
Selanjutnya, Rabu pagi 14 November 2007 kami mengadakan kunjungan ke Ma’had Al Aliy Littafaqquh fiddin, pimpinan Al Allamah Asseikh Fahmi Zam zamiy Al Banjary, seorang ulama termasyhur di wilayah Kedah dan beliau juga mempunyai pesantren pula di wilayah Banjar, Kalsel, beliau adalah alumni dari Prof Dr Assayyid Al Allamah Al Musnid Alhabib Muhammad bin alwi Almalikiy, Makkah Al Mukarramah, seorang yang sangat Tawadhu dan mencintai Rasulullah saw, terlihat jelas dari wajah ratusan santri santrinya yang menyiratkan wajah wajah cerah sebagai pencinta Rasulullah saw, Kemudian kami mengunjungi Ma’had Tahfidhul Qur’an pimpinan Sayyid Zainal Abidin Alaydrus, beliau adalah seorang yang hafal Alqur’an, demikian pula kedua putrinya, demikian pula kedua putranya, luar biasa sekali beliau ini yang keluarganya adalah rumah tangga Alqur’an, saya diminta menyampaikan Taushiyah mengenai kemuliaan ALqur’an dan Ahlul Qur’an.

Sore itu kami menghadiri pula majelis di Majelis Taklim Darul Hadits, yang merupakan majelis para pemuda pemudi setempat, saya diminta menyampaikan taushiyah menjelang keberangkatan ke majelis berikutnya, kemudian kami menuju Musholla Al Hidayah, hadir sekitar 200 hadirin muslimin muslimat, selepas majelis diakhiri dengan bermushofahahah (bersalaman bersama), tiba tiba seorang yang sudah lanjut usia memeluk saya seraya menangis, ia berkata : “Habib, terimakasih taushiyahnya, saya sudah 20 tahun mengamalkan wird Allatif dan Ratib Al Haddad, namun baru ini saya tahu kemuliaannya dan Ijazahnya”, lalu kami kembali ke tempat peristirahatan.

Pagi Kamis 15 November 2007 kami menuju Ma’had Darul Muhajirin pimpinan Syeikh Khairul Anwar, merupakan suatu pesantren yang unik dan salafy, karena pesantren itu dibangun ditengah hutan, dan pemandangan yang sangat menarik ketika kami tiba puluhan mobil telah memenuhi sekitar pesantren di tengah hutan itu, dan ratusan orang berpakaian surban dan jubah putih kabarnya telah menanti dari pagi hari subuh, sedangkan kami tiba pukul 10.30 waktu Malaysia. Taushiyah saya berakhir pada dekat waktu dhuhur, kami makan siang dan meneruskan perjalanan ke Perlis.

Perlis
ImagePerlis adalah salah satu wilayah gerakan wahabi terbesar di Malaysia, Mufti (ketua ulama) terpilih di wilayah terebut adalah seorang muda yang sangat menentang salafusshalih, mencaci para wali dan memusyrikkan muslimin sebagaimana wahabi lainnya, namun ia tak ingin disebut sebagai wahabi, ia mengaku bermadzab Syafii tulen, sebagian besar masyarakat muslimin setempat adalah ahlussunnah waljamaah, namun sebagaimana di negeri kita pun demikian, bahwa muslimin muslimin tidak tanggap dalam hal hal yang berbahaya yang dapat merusak akidah muslimin.

Kuala Lumpur

Kami melaksanakan shalat Jumat di Masjid Agung Syah Alam, dan kemudian malam itu kami menghadiri Majelis Haul yang pertama di Masjid Al Falah Subang Jaya, pembacaan Wird Allathif lalu penceramah pertama adalah Syeikh Muhammad Fuad Kamaluddin Almalikiy, kemudian saya sendiri sebagai pembicara kedua, lalu kemudian penceramah selanjutnya Prof Dr Saad bin Saad Jawish sebagai Dosen Hadis dan Ushuluddin di Universitas Al Azhar Kairo Mesir.

Sabtu pagi kuliah subuh saya memberikan mau’idhah di Masjid Darul Ihsan Subang Jaya. Sabtu malam 17 November 2007 adalah acara haul malam kedua, diadakan di Masjid Al Aman Jl Damai, Pembicara pertama SYeikh Muhamad Hafidh Slamet, kemudian Syeikh Abdurrahman Ba’abbad dari Hadramaut, kemudian Syeikh Afeefuddin Al Gaylaniy Al Baghdadiy dari Baghdad, kemudian Prof Dr Saad bin Saad Jawish.

Ahad siang 18 November 2007 merupakan acara rauhah dan silaturahmi serta jamuan makan siang oleh Kordinator haul yaitu Assayyid Abdurrahman Ali Alhaddad di kediamannya di Syah Alam, Kualalumpur, acara makan siang diteruskan dengan Qasidah Muhammad Qalby dan kemudian saya menyampaikan mau’idhah menutup dari beberapa sambutan Ulama ulama setempat. Malam itu adalah acara haul ketiga yang diadakan di Masjid Bukhari di Klang, Kualalumpur, pembicara pertama adalah Syeikh Najmuddin Alkherd, kemudian saya sebagai pembicara kedua, kemudian diakhiri Prof Dr Sa’ad Jawish (Dosen Ushuluddin bidang hadits di Universitas Al Azhar Cairo.

Syeikh Sa’ad Jawish ini sangat rendah hati dan sopan, (foto beliau ketika sedang memegang mikrofon kecil ditangan kanannya) beliau sangat simpatik pada saya dan sayapun sangat mencintainya, beliau selalu memperhatikan saya dan tampaknya beliau tertarik dengan penyampaian saya yang selalu menukil dari hadits hadits shahih Bukhari, hingga kemudian ia memberi alamatnya kepada saya dan menantikan kunjungan saya ke Cairo Mesir, dan tampak undangannya serius, bukan undangan sekedar basa basi namun benar benar mengharapkan kunjungan saya kesana, dan sayapun memang sangat mengharapkan pula kunjungan beliau ke Majelis kita di Jakarta.

Selepas majelis kami makan malam di ruang vip di masjid setempat, lalu saya mengucapkan salam perpisahan pada Syeikh Sa’ad, saya memeluknya bagaikan ayah saya sendiri, dan saya tak tahan menahan airmata saat memeluk beliau, dan setelah saya melepas pelukan itu dan memandang wajahnya, ternyata beliaupun menitikkan airmata, kami berpisah. Lalu saya mengunjungi Munsib Alattas yang sedang dikerubuti oleh banyak orang, saya mengucapkan salam perpisahan dan mengharap kepastian kunjungan beliau ke Jakarta, Munsib berkata : “Sungguh perpisahanku denganmu sangat berat wahai Munzir, walau kita Cuma bertemu beberapa hari namun pengalaman dakwah ini membuat hubungan kita sangat erat”, saya menunduk dan mencium paha beliau dan beringsut mundur karena tak tahan melihat wajah beliau setelah mendengar ucapan beliau yang mengiris hati.

Ketika saya keluar masjid maka sudah banyak khalayak yang menanti untuk mengucapkan salam perpisahan, diantaranya kelompok para pemuda pimpinan seorang muda yang menjadi penggerak dakwah pemuda di Universitas Islam Selangor, yaitu Sayyid Faishal bin Abdullah Alhabsyi. Kualalumpur terang benderang dengan semangat Mahabbah pada Allah dan Rasul Nya yg muncul dengan perayaan Haul Imam Haddad, Subahanallah… walaupun Imam Haddad telah lama wafat dan tetap Allah swt menjadikan beliau rahimahullah sebagai perantara Rahmat Nya swt ke pelbagai wilayah di Indonesia, demikian pula di Kualalumpur, Semoga Malaysia akan bangkit menjadi Negeri yang Nabawiy, dan Kualalumpur menjadi kota yang dipenuhi para pecinta Rasulullah saw, salam sejahtera selalu untuk para pembela Rasulullah saw di Malaysia.
Sumber: http://majelisrasulullah.org/

Kredit: Syed Kadir al Jufri

P/s- Teks di atas merupakan teks asal, tanpa merubah ayat dan ejaan.

WaAllahua'lam

[+/-] Selengkapnya...

Salam Aidilfitri 1428

Catatan Oleh: .::.anNaQshY.::. | Friday, November 02, 2007 | | 0 Komen »


بسم الله الرحمن الرحيم




Salam Aidilfitri, mohon maaf andainya ada salah dan silap. Sebaik-baik hamba, adalah mereka yang selalu bertaubat. Allah Taala telah berfirman di dalam al Quran yang bermaksud:

Wahai orang-orang yang beriman! Kamu diwajibkan berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang yang dahulu daripada kamu,supaya kamu bertakwa.

Apakah natijah puasa? Jawapanya, supaya kita bertakwa. Tidak dapat tidak, hasil dari madrasah Ramadhan, melahirkan jiwa-jiwa yang bebas dari dijajah oleh nafsu dan iblis, menjadi insan yang bertakwa.

Sekiranya tidak, perlulah diri kita bermuhasabah, di manakah silapnya. Sekurang-kurangya, amalan yang boleh kita teruskan setelah segenap sebulan berpuasa dan mendapat ijazah takwa ialah:

1. Berpuasa pada hari-hari yang disunatkan seperti Isnin Khamis
2. Bangun awal untuk bermunajat kepada Rabbul Jalil; kerana di bulan puasa kita mampu untuk bangun awal bersahur.
3. Solat berjemaah; kerana di masjid-masjid sepanjang sebulan berpuasa tidak pernah kurangnya ahli jemaah menunaikan solat terawih.
4. Membaca al Quran; ramai yang mampu khatamkan al Quran di bulan puasa, maka seeloknya diteruskan selepas bulan puasa.

Cukuplah sekadar ini, biarlah sedikit asalkan istiqamah kerana amalan secara istiqamah lebih disukai Allah.

والله أعلم

[+/-] Selengkapnya...

Imam Hassan al Banna Dan Tareqat 2

Catatan Oleh: .::.anNaQshY.::. | Thursday, November 01, 2007 | , | 4 Komen »

بسم الله الرحمن الرحيم

Sambungan; Detk-detik Hidupku: Imam Hassan al Banna.

Berziarah Berhubungan.

Apabila kami berada di Damanhur pada setiap kali hari Jumaat, kami akan menziarahi kubur-kubur para wali Allah. Kadang-kadang kami melawat Dasuk. Selepas solat subuh, kami berjalan kaki ke Dasuk dan sampai di sana pada pukul 8.00 pagi. Jaraknya ialah dua puluh kilometer dan memakan masa tiga jam untuk sampai. Kami menghadiahkan Fatihah di kubur wali di situ. Selepas itu, kami menunaikan solat Jumaat. Kemudian kami makan dan berehat sebentar. Selepas solat Asar, kami pun memulakan perjalanan pulang dan sampai ke Damanhur ketika hampir waktu Maghrib. Kadangkala kami pergi ke Azbatul Nawam untuk menziarahi makam Syeikh Syed Saniar. Beliau adalah seorang anggota Tariqat Hasafiyah yang terkemuka. Dia terkenal sebagai seorang yang bertaqwa dan wara’. Kami berada di sana seharian dan pulang pada waktu malam.

Hari Untuk Berdiam Diri (Mengasingkan Dirl)

Kami menetapkan beberapa hari tertentu untuk kami bersenyap dan menjauhkan diri dari manusia. Dalam tempoh tersebut, kami tidak akan bercakap antara satu sama lain kecuali untuk berzikir atau membaca ayat-ayat suci al-Quran saja. Ketika amalan ini berjalan, para penuntut lain mengambil peluang mengusik kami. Kerap kali mereka pergi bertemu Pengetua atau beberapa orang guru lain untuk melaporkan bahawa ada penuntut telah menjadi bisu. Guru yang menerima laporan akan datang untuk menyiasat keadaan kami Sebagai jawapan, kami pun membaca beberapa ayat suci al-Quran. Beliau pun berpuas hati dan beredar dari situ. Guru kami, Syeikh Farhat Salim menghormati tindakan kami bersenyap diri dan beliau memarahi penuntut-penuntut yang cuba mengusik kami. Dia juga mengarah guru-guru lain supaya jangan mengganggu kami dengan soalan-soalan ketika kami sedang bersenyap diri. Para guru sedar bahawa kami melakukannya bukan untuk mengelakkan diri dari pengajian atau peperiksaan kerana kami selalu berjaya mengatasi para penuntut lain ketika menuntut dan dalam menghadapi peperiksaan. Kami menjalankan amalan itu untuk beberapa waktu tanpa menyiasat pendapat Syara’ mengenainya. Kami melaksanakan amalan tersebut untuk tempoh tertentu kerana hendak mengelakkan diri perkara sia-sia dan untuk membina kecekalan diri.

Kadangkala perkara ini meruncing dan menimbulkan kebencian di kalangan manusia sehingga mendorong kami untuk bersendirian. Saya sendiri menerima banyak pucuk surat dari rakan-rakan semaktab tetapi saya tidak berani membaca surat surat itu. Saya bimbang nanti surat-surat itu mengandungi sesuatu yang boleh melukakan hati saya. Seorang ahli sufi sepatutnya bebas dari kebimbangan sedemikian rupa. Dia berkewajipan memutuskan hubungan dari semua benda kecuali Allah. Dia mesti berusaha sedaya upaya untuk melaksanakan dasar ini.

Bersambung...

WaAllahua'lam

[+/-] Selengkapnya...

Imam Hassan al Banna Dan Tareqat 1

Catatan Oleh: .::.anNaQshY.::. | Tuesday, June 05, 2007 | , | 0 Komen »

بسم الله الرحمن الرحيم

Sambungan; Detk-detik Hidupku: Imam Hassan al Banna.

Bermalam di Masjid Al-Jaish (atau Surau Khathathibah).

Usia saya yang sangat muda tidak menghalang saya dari selalu mendampingi para ulamak terkemuka termasuklah guru guru Maktab saya dan juga beberapa ulamak lain. Para ulamak terkemuka ini selalu mendorong para pemuda seperti saya ini supaya jalan kebenaran Islam dan supaya sentiasa bertawakkal kepada Allah. Inilah di antara sebab-sebab yang menimbulkan minat dan mendorong saya kepada amalan amalan sufi.

Saya tidak lupa perbincangan-perbincangan panjang lebar antara kami dengan guru kami, Syeikh Abdul Fattah Abu Alam. Beliau mengajar kami ilmu Fiqh, tafsir Al-Quran dan Hadith. Perbincangan berlaku apabila ada bangkangan terhadap amalan-amalan sufi. Syeikh Abdul Fattah akan senyum apabila sesuatu perbincangan sudah selesai. Beliau selalu mengesyorkan supaya mendalami ilmu Fiqh, sejarah dan ilmu Tasawwuf agar saya sendiri dapat memahami kebenaran. Kebenaran tidak boleh didapati tanpa perbincangan dan pengajian. Walaupun pendapat saya dan Syeikh Abdul Fatah kerap kali berbeza, namun begitu beliau tetap baik kepada saya dan membimbing saya dengan ikhlas. Perbincangan perbincangan kami terhad kepada sudut mencari kebenaran dan mengemukakan dalil-dalil yang logik (munasabah).

WaAllahua'lam

[+/-] Selengkapnya...

Tell Me Why?

Catatan Oleh: .::.anNaQshY.::. | Friday, June 01, 2007 | | 0 Komen »

بسم الله الرحمن الرحيم


Declan Galbraith
Tell Me Why?

In my dream children sing a song of love for every boy and girl
The sky is blue and fields are green and laughter is the language of the world
Then I wake and all I see is a world full of people in need

Tell me why (why) does it have to be like this?
Tell me why (why) is there something I have missed?
Tell me why (why) cos I don't understand.
When so many need somebody we don't give a helping hand.
Tell me why?

Everyday I ask myself what will I have to do to be a man?
Do I have to stand and fight to prove to everybody who I am?
Is that what my life is for to waste in a world full of war?

Tell me why (why) does it have to be like this?
Tell me why (why) is there something I have missed?
Tell me why (why) cos I don't understand.
When so many need somebody we don't give a helping hand.
Tell me why?

(children) tell me why? (declan) tell me why?
(children) tell me why? (declan) tell me why?
(together) just tell me why, why, why?

Tell me why (why) does it have to be like this?
Tell me why (why) is there something I have missed?
Tell me why (why) cos I don't understand.
When so many need somebody we don't give a helping hand.

Tell me why (why,why,does the tiger run)
Tell me why (why why do we shoot the gun)
Tell me why (why,why do we never learn)
Can someone tell us why we let the forest burn?

(why,why do we say we care)
Tell me why (why,why do we stand and stare)
Tell me why (why,why do the dolphins cry)
Can some one tell us why we let the ocean die ?

(why,why if we're all the same)
Tell me why (why,why do we pass the blame)
Tell me why (why,why does it never end)
Can some one tell us why we cannot just be friends?

WaAllahua'lam

[+/-] Selengkapnya...

Imam Hassan al Banna Dan Tareqat

Catatan Oleh: .::.anNaQshY.::. | Tuesday, May 22, 2007 | , | 0 Komen »

بسم الله الرحمن الرحيم

Hari-hari Di Damanhur.

Kehidupan saya di Damanhur adalah dalam kehidupan beribadat dan amalan sufi (tasawwuf). Kehidupan manusia terbahagi kepada beberapa peringkat (tahap). Salah satu peringkat itu ialah zaman selepas pemberontak Mesir iaitu dari tahun 1920 sehingga 1923 M. Saya berumur tidak lebih dari 14 tahun ketika itu. Ia merupakan tahap kehidupan di mana saya tenggelam dalam ibadat dan amalan sufi. Namun begitu hal ini tidak menyekat saya dari terlihat dalam kegiatan yang menyentuh kepentingan negara.

Apabila saya tiba di Damanhur, saya terpengaruh dengan Tariqat Sufi Hasafiah. Kubur pengasasnya, iaitu Syed Hasnain Al-Hasafi berada di Damanhur. Ketua kami di situ adalah Haji Hilmi Sulaiman, seorang yang bertaqwa dan wara’. Kerana itulah di antara saya dan beliau ada satu hubungan rohani yang khas. Sahabat Haji Hilmi ialah Syeikh Hasan Khiz Bik, seorang guru di Damanhur. Syeikh Hasan mengadakan majlis-majlis ilmu agama di rumahnya. Beliau memberi kuliah mengenai kitab Ihya’ Imam Ghazali di masjid Al-Jaisy sebelum solat subuh, dalam bulan Ramadhan. Haji Hilmi selalu membawa saya ke majlis-majlis tersebut. Saya mendapati diri saya seorang yang kerdil dibandingkan dengan mereka yang hadir di majlis itu kerana mereka terdiri daripada alim ulamak.

Bersambung... Detik-detik Hidupku; as Syahid Hassan al Banna.

WaAllahua'lam

[+/-] Selengkapnya...

Tawassul

Catatan Oleh: .::.anNaQshY.::. | Saturday, May 19, 2007 | | 2 Komen »

بسم الله الرحمن الرحيم

Sudah acap kali rasanya dibahaskan persoalan tawassul. Sejak zaman kehidupan Baginda, para sahabat, tabi'in seterusnya hingga zaman kini. Sayangnya, hanya kerana persoalan tawassul, sering berlaku pertelagahan sehingga mengganggu gugat keutuhan dan perpaduan ummah.

Aku tidaklah bermaksud untuk ikut sama bertelagah persoalan yang sama. Orang utara kata, 'pi mai pi mai tang tu juga'. Apa jua perselisihan antara Salafi palsu Wahabi dan ASWJ, tidak akan ketemui titik noktahnya kerana persoalan furu', persoalan ijtihad merupakan persoalan yang sudah tentunya punya perbezaan pendapat. Tunggulah, tunggulah kedatangan Imam Mahdi di akhir usia dunia ini, permulaan kebangkitan Islam yang hakiki memimpin ummah, menyatukan dan menunjukkan jalan yang benar untuk diikuti.

Biarlah apa yang bakal ku coretkan di sini, merupakan catatan ilmiah untuk khazanah peribadi. Menghimpunkan kalam ulama, buat tatapan diri ini yang lemah. Dijadikan juga buat tatapan kalian bagi memudahkan kalian untuk beramal. Kemungkinan, ada di antara kita, yang mahukan sumber-sumber amalan tersebut, membuahkan keyakinan untuk terus beramal.

Kita perlu juga, berikhtiar sedaya upaya untuk terus mencari ilmu, menambahkan pengetahuan dalam diri kita. Apakah hujah dan sandaran kita dalam beramal. Dengan harapan, amalan kita lebih kukuh keyakinan untuk beramal. Bak kata pepatah, amal tanpa ilmu ni, sia-sia jadinya...

Ku mulakan dengan sebuah hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam at Turmuzi di dalam sunanya, pada bab الدعوات عن رسول الله. Telah bersabda Nabi Muhammad SAW:

‏حدثنا ‏ ‏محمود بن غيلان ‏ ‏حدثنا ‏ ‏عثمان بن عمر ‏ ‏حدثنا ‏ ‏شعبة ‏ ‏عن ‏ ‏أبي جعفر ‏ ‏عن ‏ ‏عمارة بن خزيمة بن ثابت ‏ ‏عن ‏ ‏عثمان بن حنيف ‏
‏أن رجلا ‏ ‏ضرير البصر ‏ ‏أتى النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏فقال ادع الله أن يعافيني قال ‏ ‏إن شئت دعوت وإن شئت صبرت فهو خير لك قال ‏ ‏فادعه قال فأمره أن يتوضأ فيحسن وضوءه ويدعو بهذا الدعاء اللهم إني أسألك وأتوجه إليك بنبيك ‏ ‏محمد ‏ ‏نبي الرحمة ‏ ‏إني ‏ ‏توجهت بك ‏ ‏إلى ربي في حاجتي هذه ‏ ‏لتقضى ‏ ‏لي اللهم ‏ ‏فشفعه ‏ ‏في ‏
‏قال ‏ ‏أبو عيسى ‏ ‏هذا ‏ ‏حديث حسن صحيح غريب ‏ ‏لا نعرفه إلا من هذا الوجه من حديث ‏ ‏أبي جعفر وهو الخطمي ‏ ‏وعثمان بن حنيف ‏ ‏هو أخو ‏ ‏سهل بن حنيف

Maksudnya: Daripada Uthman Bin Hunaif RA, bahawa seorang yang buta datang bertemu dengan Baginda SAW katanya: ’Dokanlah kepada Allah supaya membuang [penderitaan] saya ini. Nabi SAW bersabda: ‘Kalau engkau mahu saya akan berdoa, dan kalau engkau mahu engkau boleh bersabar, itu lebih baik lagi [daripada memohon supaya engkau celik]. Kemudian Baginda berdoa untuk orang itu dan menyuruhnya [juga] ia mengambil wudhu’ dengan baik dan membaca doa ini ’Wahai Tuhan, hamba bermohon, menumpukan diri hamba kepada Engkau melalui nabi Engkau Muhammad, Nabi Pembawa Rahmat. Wahai Muhammad, hamba meminta kepada Tuhan, dengan menyebut tuanhamba, dalam keperluan hamba yang sangat, wahai Tuhan, terimalah syafaatnya untuk hamba ini.’

Hadis ini juga telah dikeluarkan oleh Imam an Nawawi di dalam kitab al Azkaarnya, pada bab أذكارِ صَلاةِ الحَاجة:

وروينا في كتاب الترمذي وابن ماجه، عن عثمان بن حُنَيْف رضي اللّه عنه،
أن رجلاً ضريرَ البصر أتى النبيّ صلى اللّه عليه وسلم فقال: ادعُ اللَّهَ تعالى أن يعافيني، قال: "إنْ شِئْتَ دَعَوْتُ، وَإِنْ شِئْتَ صَبرْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ" قال: فادعُه، فأمره أن يتوضأَ فيُحسنَ وضوءَه ويدعوَ بهذا الدعاء: "اللَّهُمَّ إني أسألُكَ وأتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ نَبِيّ الرَّحْمَةِ صلى اللّه عليه وسلم، يا مُحَمَّدُ! إني تَوَجَّهْتُ بكَ إلى رَبّي في حاجَتِي هَذِهِ لِتُقْضَى لي، اللَّهُمَّ فَشَفِّعْهُ فيّ" قال الترمذي: حديث حسن صحيح.
(469) الترمذي (479) ، وابن ماجه (1384) ، والحاكم 1/320، وهو حديث ضعيف، انظر الفتوحات 4/298ـ299.
(470) الترمذي (3573) ، وابن ماجه (1385) ، والحاكم 1/313، وقال: هذا حديث صحيح على شرط الشيخين ولم يخرِّجاه، ووافقه الذهبي.

Tawassul selepas kewafatan Baginda.

Telah di sebut oleh Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari pada bab باب سُؤَالِ النَّاسِ الْإِمَامَ الِاسْتِسْقَاءَ إِذَا قَحَطُوا:

وروى ابن أبي شيبة بإسناد صحيح من رواية أبي صالح السمان عن مالك الداري - وكان خازن عمر - قال " أصاب الناس قحط في زمن عمر فجاء رجل إلى قبر النبي صلى الله عليه وسلم صلى الله عليه وسلم فقال: يا رسول الله استسق لأمتك فإنهم قد هلكوا، فأتى الرجل في المنام فقيل له: ائت عمر " الحديث.
وقد روى سيف في الفتوح أن الذي رأى المنام المذكور هو بلال بن الحارث المزني أحد الصحابة، وظهر بهذا كله مناسبة الترجمة لأصل هذه القصة أيضا والله الموفق.

Telah diriwayatkan oleh Imam Ibnu Syaibah dengan sanad yang sohih daripada Abi Soleh al Saman, daripada Malik ad Dar yang merupakan penjaga perbendaharaan Umar, yang menceritakan:

“Telah berlaku kemarau yang teruk pada zaman Umar RA, lalu seorang lelaki pergi ke kubur Nabi SAW, lalu ia berkata; ‘Wahai Rasulullah! Mohonlah hujan (dari Tuhanmu) untuk umatmu kerana sesungguhnya mereka telah mengalami kemusnahan (kerana kemarau)’. Pada malamnya, lelaki itu bermimpi Rasulullah datang kepadanya dan berkata; “Pergilah kepada Umar, sampaikan salamku kepadanya dan khabarkan kepadanya bahawa mereka akan dikurniakan hujan (oleh Allah)”.

Menurut Imam Ibnu Hajar, lelaki tersebut bernama Bilal bin al Harith al Muzani dan beliau merupakan seorang sahabat.

Telah diriwayatkan juga sebuah hadis yang boleh dijadikan sandaran untuk bertawassul selepas kewafatan Baginda, iaitu di dalam kitab Mu'jam At Tabrani Kabir pada bab عثمان بن حنيف الأنصاري, ما أسند عثمان بن حنيف:

حدثنا طاهر بن عيسى بن قيرس المصري المقرىء ثنا أصبغ بن الفرج ثنا بن وهب عن أبي سعيد المكي عن روح بن القاسم عن أبي جعفر الخطمي المدني عن أبي أمامة بن سهل بن حنيف عن عمه عثمان بن حنيف أن رجل كان يختلف إلى عثمان بن عفان رضي الله تعالى عنه في حاجة له فكان عثمان لا يلتفت إليه ولا ينظر في حاجته فلقي بن حنيف فشكى ذلك إليه فقال له عثمان بن حنيف ائت الميضأة فتوضأ ثم ائت المسجد فصلى فيه ركعتين ثم قل اللهم اني أسألك وأتوجه إليك بنبينا محمد صلى الله عليه وسلم نبي الرحمة يا محمد إني أتوجه بك إلى ربي فتقضي لي حاجتي وتذكر حاجتك ورح حتى أروح معك فانطلق الرجل فصنع ما قال له ثم أتى باب عثمان بن عفان رضي الله تعالى عنه فجاء البواب حتى أخذ بيده فأدخله على عثمان بن عفان رضي الله تعالى عنه فأجلسه معه على الطنفسة فقال حاجتك فذكر حاجته وقضاها له ثم قال له ما ذكرت حاجتك حتى كان الساعة وقال ما كانت لك من حاجة فأذكرها ثم إن الرجل خرج من عنده فلقي عثمان بن حنيف فقال له جزاك الله خيرا ما كان ينظر في حاجتي ولا يلتفت إلي حتى كلمته في فقال عثمان بن حنيف والله ما كلمته ولكني شهدت رسول الله صلى الله عليه وسلم وأتاه ضرير فشكى إليه ذهاب بصره فقال له النبي صلى الله عليه وسلم فتصبر فقال يا رسول الله ليس لي قائد وقد شق علي فقال النبي صلى الله عليه وسلم ائت الميضأة فتوضأ ثم صل ركعتين ثم أدع بهذه الدعوات قال بن حنيف فو الله ما تفرقنا وطال بنا الحديث حتى دخل علينا الرجل كأنه لم يكن به ضر قط

Bahawa ada seorang lelaki yang bertemu dengan Uthman bin ’Affan RA berkenaan dengan sesuatu hajatnya; tetapi khalifah itu tidak menyelesaikan hal itu dengan segera. Lelaki itu menyebut kepada Uthman bin Hunaif yang memberi nasihat kepadanya: ’Pergilah mengambil wudhu’. Kemudian pergi ke masjid dan berdoa begini: ’wahai Tuhan, hamba meminta Engkau dan menumpukan diriku kepadamu dengan menyebut NabiMu Muhammad, Nabi Pembawa Rahmat, Wahai Muhammad, hamba menumpukan diri hamba kepada Tuhan dengan menyebut engkau, supaya Ia tunaikan hajat hamba’.Kemudian sebutkan hajat engkau. Kemudian ia pergi ke pintu kediaman Uthman bin Affan. Kemudian penjaga pintu datang kepadanya, memegang tangannya, lalu membawanya ke hadapan Uthman, dan menyuruhnya duduk dengannya. Uthman berkata: ’Beritahu kepada ku apa keperluan anda’, lalu ia menyebut hajatnya dan hajatnya ditunaikan. Kemudian khalifah berkata kepadanya:’ Apa-apa hajat anda, sebutkan kepada saya’. Bila lelaki itu keluar dari situ ia bertemu dengan ’Uthman bin Hunaif , katanya: ’Mudah-mudahan Allah memberi ganjaran kebaikan kepada anda kerana beliau tidak akan melihat kepada hajat saya sehingga tuan berbicara kepadanya untuk saya.’ Tetapi ibn Hunaif berkata: ’Demi Allah, saya tidak bercakap dengan baginda, tetapi saya melihat Rasulullah SAW bila orang buta datang bertemu dengannya dan merayu berkenaan dengan matanya yang tidak boleh melihat’.

Berkenaan hadis di atas, telah berkata al Imam Abdullah al Ghumari di dalam kitabnya (إتحاف الأذكياء):

بعد أن ذكر رواية الطبراني والبيهقي لهذه القصة: وهذه القصة صحيحة صححها الطبراني ونقل تصحيحه الحافظ المنذري في الترغيب والحافظ الهيثمي في مجمع الزوائد وأقرّاه عليه

Ikhwah... Rasanya, cukuplah setakat ini aku kumpulkan beberapa hadis Baginda SAW buat pedoman amalan kita. Usah diragui akan kebenaran yang jelas nyata. Abaikan golongan-golongan fitnah akhir zaman, yang selalu menggugat keutuhan dan perpaduaan ummat Baginda. Abaikan mereka. Mereka ibarat radio lama yang selalu memainkan lagu-lagu lama agar ummah leka dengan persoalan dan isu yang sudah sekian lamanya dibincangkan oleh pada ilmuan Islam.

Baca Lagi: Kisah al 'utbi

WaAllahua'lam

[+/-] Selengkapnya...

Antara Murtad Dan Pengsan

Catatan Oleh: .::.anNaQshY.::. | Friday, May 18, 2007 | | 0 Komen »

بسم الله الرحمن الرحيم

Kita dikejutkan laporan akhbar Harakahdaily yang melaporkan bahawa terdapat kes pelajar IPT telah mengaku murtad. Apa yang sangat dikesali, pihak pemerintah yang mengaku Islam hanya menganggap isu tersebut sebagai kes terpencil. Sedangkan, soal murtad bukanlah soal picisan, tetapi melibatkan soal hukum yang termaktub di dalam al Quran yang telah menjadi kewajipan pemerintah untuk memeranginya.

Berbeza dengan tindakan kerajaan terhadap laporan yang dihebahkan melalui blog mengatakan Pak Lah telah pengsan ketika menghadiri satu majlis di Perak. Seperti yang dilaporkan, pengendali blog boleh dikenakan tindakan tegas termasuk di bawah Akta Hasutan sekiranya laporan itu mempunyai unsur fitnah.

Aduhaiiii... Inilah yang berlaku di tanah airku... Murtad dilaporkan dianggap isu picisan, tapi melaporkan Pak Lah pengsan perlu diambil tindakan tegas. Mungkin kaedahnya; murtad isu picisan, pengsan isu besaran yang perlu diambil tindakan tegas.

Sedang masyarakat menghadapi krisis meruntuhan moral dikalangan muda mudi, menghadapi krisis murtad yang berlaku, masih lagi ada diantara kita yang seronok dok kondem Selawat Syifa'. Tak tau isu yang mana perlu diberi perhatian, yang mana perlu dihormati kerana perkara yang cabang.

Mai kita pakat-pajat Selawat Syifa', moga menjadi ubat yang mujarab menyembuhkan penyakit batin kita seterusnya penyakit masyarakat kini yang semakin parah.

WaAllahua'lam

[+/-] Selengkapnya...

Selawat Syifa'

Catatan Oleh: .::.anNaQshY.::. | Friday, May 18, 2007 | | 6 Komen »

بسم الله الرحمن الرحيم

Selalunya, bila di sebut jangan, yang tu juga selalunya orang buat. Jangan buang sampah merata-rata, tapi sampah juga yang merata-rata ada. Bila disebut jangan bising, bising juga yang berkenan nak dibuatnya...



Terima kasih buat Tuan Mufti Wahabi Salafi Perlis yang telah mengutarakan isu kesalahan Selawat Syifa' (Kesalahan Selawat Syifa', Suara al-Sunnah, Buletin Jabatan Mufti Negeri Perlis, Bil. 1 April 2007); isu yang dibangkitkan olehnya, amat membuka hati aku untuk terus beramal dengan Selawat Syifa'. Jika sebelum-sebelum ini, tak terlintas di hati untuk mengorek rahsia Selawat Syifa', tapi dengan isu yang telah ditimbulkan oleh beliau, maka tak semena-mena untuk aku terus mengorek rahsia berkenaan Selawat Syifa' ini.

Jika dulu, masa alam sekolah menengah, selepas Solat Maghrib, kami akan beramai-ramai mengalunkan beberapa jenis Selawat. Antara yang selalu kami alunkan ialah Selawat Syifa' ini. Allahumma Salli'ala Saidina Muhammad, Tibbil Quluubi wadawaaiha... Adussss Teringat kembali kenangan dulu.... KBSM katakan... Hehe

Terima kasih sekali lagi kepada Jabatan Mufti Perlis, membuka ruang untuk aku mengigat kembali untuk beramal dengan Selawat Syifa'. Untuk terus mencari bahan maklumat berkenaan selawat tersebut. Biarlah dikondem di ahkam. Biasalah... Tajdid yang telah lapok, selalu memainkan rentak lagu yang sama.

Mai kita pakat-pakat beramal dengan Selawat Syifa'. Lagi depa dok kondem, lagi tu kita pakat beramal. Yang dulunya ada di antara kita yang tak pernah amik tahu, sekarang ni, mungkin dah ada yang ter'amik' tahu. Dah ter'amik' tau, maka jangan segan-segan untuk beramal. InsyaAllah dengan izin dan kuasa Allah, ada manfaatnya kecuali meraka-mereka yang telah di'buta'kan mata hatinya.

Allah Maha Kaya, Allah Maha Berkuasa. Kian lama, akan sirna kepalsuan manusia yang bertopengkan salafi palsu, akan sirna mereka-mereka yang selalu merosakkan perpaduan ummah. Untuk semua ini mengambil masa, yang pastinya janji Allah pasti benar.

Bacaan lain: Selawat Syifa'; Penjelasan TG Haron Din.

WaAllahua'lam

[+/-] Selengkapnya...

Genarasi Kini...

Catatan Oleh: .::.anNaQshY.::. | Tuesday, May 08, 2007 | | 0 Komen »

بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam sebuah kelas tahun 3, ada seramai 35 orang murid. Aku bertanya; soalan pertama: Siapa yang solat Subuh pagi tadi? Soalan kedua: Siapa yang tahu bersolat? Dan soalan ketiga: Siapa yang solat Maghrib kelmarin? Jawapannya...

Pertama, hanya 2 dari 35 orang murid sahaja yang solat Subuh pagi tadi. Keduanya, hanya 3 dari 35 orang sahaja yang tahu solat dan ketiganya hanya 5 dari 35 orang sahaja yang solat Maghrib kelmarin.

Bagaimana bilangan solat Maghrib boleh menjadi 5, padahal yang tahu solat hanyalah 3 sahaja? Ini kerana, selebihnya bersolat menjadi makmum mengikut ayahnya bersolat.

Inilah senario yang berlaku di kalangan anak-anak Islam kita. Kelalaian kita. menghasilkan natijah yang sebegini. Ada di antara kita lebih mengutamakan perkara furu' dari membincangkan perkara pokok. Mengutamakan soal doa qunut, gerakan jari semasa tahiyat, baca doa beramai-ramai selepas solat, azan Jumaat dan sebagainya. Tapi melupakan soal pokok iaitu mengajak masyarakat mengerjakan solat, mentarbiyah generasi muda untuk mendirikan solat.

Ayuh! Mari sama-sama fikirkan masa depan generasi muda. Generasi sekarang penentu hala tuju sebuah negara pada masa mendatang. Selamatkan mereka, agar mereka mengerti mendaulatkan al Quran dan as Sunnah di tanah air mereka.

Allah berfirman:

Dan juga mereka (yang diredhai Allah itu ialah orang-orang) Yang berdoa Dengan berkata: “Wahai Tuhan kami, berilah Kami beroleh dari isteri-isteri dan zuriat keturunan kami: perkara-perkara Yang menyukakan hati melihatnya (penyejuk mata hati), dan Jadikanlah Kami Imam ikutan bagi orang-orang Yang bertaqwa.” (Surah Al Furqan, ayat 74)

WaAllahua'lam

[+/-] Selengkapnya...

Tahniah

Catatan Oleh: .::.anNaQshY.::. | Sunday, May 06, 2007 | | 1 Komen »

بسم الله الرحمن الرحيم

"Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati kami ini telah berkumpul di tempat ini karena mengasihi-MU; bertemu untuk memenuhi perintah-Mu; bersatu untuk memikul beban da'wah-Mu. Hati-hati ini telah mengikat janji setia untuk mendaulat dan menyokong syariat-Mu. Maka eratkanlah ya Allah atas ikatannya, dan kekalkanlah kemesraan di antara hati-hati ini. Tunjukkan kepada hati-hati ini akan jalan-Mu yang haq. Penuhkan hati ini dengan cahaya Rabbani-Mu yang tidak kunjung padam. Lapangkan hati ini dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu. Hidupkan hati ini dengan ma'rifat tentang-Mu. Dan jika Engkau mentakdirkan mati, maka matikanlah pemilik hati-hati ini sebagai para syuhada dalam perjuangan agama-MU. Engkaulah sebaik-baik sandaran dan sebaik-baik penolong."

Tahniah... Tahniah aku ucapkan kepada sahabat yang ku kenali, sahabat yang pernah mengikuti rentak tari perjuangan alam sekolah menengah. Moga-moga dengan amanah yang terpikul di bahu mu sebagai Naib Ketua Pemuda PAS Perlis merancakkan lagi corak dan langkah perjuangan sehingga titisan darah yang terakhir.

Pimpinan Sesi 2007-2009. Dari kiri Ustaz Ya'akub (Ketua), Ustaz Adnan (Timbalan Ketua), Pak Sheikh Ustaz Yussaine (Naib Ketua). Eratkan ukhuwwah, langkah seiring bersama mengajak masyarakat yang kini tenat di buai mimpi-mimpi indah keduniaan yang sementara. Leka disuap hiburan-hiburan yang melalaikan sehingga melupakan matlamat asal Allah jadikan manusia dan jin hanyalah untuk beribadah kepadaNya. Lebih parah lagi, negeri yang kecil di utara semenangjung ini, di asak Wahabi dengan perkara-perkara khilafiah, yang sudah semestinya merugikan ummah.

Selamat kembali ke Bumi Anbiya' kepada akhi Nabil Ahmad kelmarin (Sabtu) yang bertolak bersama Pak Lang, moga urusan kalian dipermudahkan Allah. InsyaAllah, nanti apabila pulang kelak, akan membawa perubahan di negeri sendiri.

WaAllahua'lam

[+/-] Selengkapnya...

'Template' Baru

Catatan Oleh: .::.anNaQshY.::. | Saturday, May 05, 2007 | | 0 Komen »

بسم الله الرحمن الرحيم

Setelah hampir 2 tahun menggunakan 'template' yang lama, kini weblog aku berwajah baru. Beberapa hari mencari 'template', akhirnya aku memilih "hobbit" sebagai 'template' weblog aku yang baru.







Jika di lihat 'design' yang lama, aku melakukan 2 perubahan. Pertamanya, gambar pen di kiri 'header'. Pen yang sedia ada, seolah-olah punyai lambang salib. Tidak sesuai rasanya aku gunakan gambar tersebut. Boleh mendatangkan fitnah. Mungkin itu caranya untuk 'mereka-mereka' mendiayahkan agama mereka secara halus.

Dan yang keduanya, gambar 'oreng kenit' di sebelah 'blog description'. Ianya mungkin menunjukkan karakter yang tidak baik. Oleh yang sedemikian, aku menukar gambar tersebut dengan gambar 'nature'.

WaAllahua'lam

[+/-] Selengkapnya...

'Read More!'

Catatan Oleh: .::.anNaQshY.::. | Friday, May 04, 2007 | | 0 Komen »

بسم الله الرحمن الرحيم

Aku ingin berkongsi pengetahuan dengan kalian bagaimana mengaktifkan fungsi 'read more' pada setiap artikel dalam weblog kalian. Ianya bertujuan untuk memaparkan hanya sedikit mukaddimah artikel, kemudian menyembunyikan teks artikel yang selebihnya. Pengunjung akan klik pada 'read more' untuk membaca sambungan artikel.

Pertamanya, klik 'layout', kemudian klik 'edit HTML', di situ akan dipaparkan 'edit template'. Pada bahagian 'backup / restore template', ianya untuk meng'backup' web kalian, sekiranya berlaku kesilapan di ruang 'edit HTML'.

Salin kod di bawah:

‎<style>
<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>
.readmore {display:inline;}
<b:else/>
.readmore {display:none;}
</b:if>
</style>


Letakkan kod di atas pada ruang sebelum 'closeing head tag'.


Kemudian, salin kod ini:

‎<b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>
<a expr:href='data:post.url'>Read more!</a>
</b:if>


Letakkan kod di atas selepas 'data:post.body'.


Kemudian, klik tab 'setting', klik 'formatting' dan isikan pada bahagian 'post template' dengan kod ini:

‎This an example post I want to split. Imagine it's really long.
<span class='readmore'>This is the rest of my post. Blah blah and blah</span>




WaAllahua'lam

[+/-] Selengkapnya...

Bid'ah Bukan Hukum

Catatan Oleh: .::.anNaQshY.::. | Thursday, April 26, 2007 | | 4 Komen »

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah, selayaknya segala pujian dikembalikan kepada Rabbul Jalil. Selawat dan Salam ke atas junjungan Nabi Muhammad SAW, moga-moga dengan selawat dan salam ke atas Baginda, perolehi syafaat Baginda di hari yang tiada syafaat melainkan syafaat Baginda SAW.

Seperti yang sedia maklum, di dalam perbincangan ilmu feqh secara umumnya kita ketahui bahawa hukum terbahagi kepada lima; iaitu wajib, sunat, haram, makruh dan harus. Sehingga kini, aku belum ketemui hukum yang ke enam diperbincangkan oleh para ulama di dalam kitab-kitab iaitu "bid'ah".

Oleh yang sedemikian, buat mereka-mereka yang selalu menghukum membuta tuli tanpa ilmu, bolehlah belajar dahulu istilah-istilah feqh yang diguna pakai di dalam kitab para ulama. Sila ikuti perbincangan ringkas oleh Sheikh Nuruddin di bawah. Moga ada manfaat buat mereka yang masih lagi keliru.



WaAllahua'lam

[+/-] Selengkapnya...

Khutbah Jumaat

Catatan Oleh: .::.anNaQshY.::. | Saturday, February 17, 2007 | | 1 Komen »

بسم الله الرحمن الرحيم

Salam Tahun Baru Hijrah...
Rasanya, belum terlewat untuk aku mengucapkan Salam Tahun Baru Islam buat kalian. Moga tahun baru ini, tahun cahaya bagi ummat Islam. Tahun untuk saling mengukuhkan perpaduan atas Iman dan Islam. Bersatu atas perkara yang disepakati, berlapang dada atas perkara yang ranting.

Bunyinya, rasanya agar sukar. Tetapi itulah antara perkara yang perlu diberi perhatian. Suara kesedaran buat ummat perlu bergumandang. Suara perpaduan harus diteruskan agar memberi kesedaran. Kita perlu berusaha, Allah maha mengetahui apa yang terbaik buat ummatnya.

Walaupun kini, ada isu-isu yang bermain di media massa lebih menjerat diri kita agar selalu memutarkan perkara-perkara lama yang lebih bersifatkan dahan dan ranting, tetapi kerja kita, usaha kita kena bersabar dan teruskan memberi kesedaran kepada masyarakat agar suatu hari nanti, mereka mengetahui yang mana perkara dahan dan ranting, yang mana perkara pokok, yang mana perlu berlapang dada, yang mana perlu kita sepakati demi keutuhan ummah kini.

Di ruang maya ini, kali ini aku cuba lontarkan beberapa isu yang terjadi kini. Khabarnya, teks khutbah yang disediakan di negeri Sunnah Indera Kayangan padanya tidak ada lagi Selawat ke atas Nabi SAW. Aku telah melihat 2 contoh teks yang telah disediakan. Memang terbukti tiada Selawat ke atas Nabi. Atau mungkin juga aku tidak perasan. Tapi, isu nya kini telah berleluasa di negeri sana. Para imam yang berkhutbah membaca khutbah yang prihatin, akan berselawat di atas mimbar. Penambahan di dalam teks daripada yang telah disediakan.

Jika ini perkara benar-benar terjadi, soalan aku; sah kah Jumaat di sana? Setahu aku, antara rukun khutbah ialah Selawat ke atas Nabi. Tak dak rukun ni bagaimana yaaa... Atau adakah ini perkara khilaf? Selawat ke atas Nabi itu di dalam khutbah Jumaat adakah bid'ah?

Kelmarin, aku berpeluang mendengar khubah di Negeri Perlis. Jangkaan ku, Tuan Mufti akan berkhutbah di Masjid 'agung', tetapi silap 'sangkaan', beliau telah berkhutbah di Masjid Syed Alwi. Terlepas peluang pula kali ini.

Dan yang lebih malang lagi, aku mengetahui isu Selawat di dalam khutbah ini, selepas Jumaat. Mmm kawan-kawan yang berada di Negeri Perlis nunnn, nanti Jumaaat akan datang cuba pastikan khutbah masjid di tempat anda. Adakah dibaca Selawat ke atas Nabi di dalam khutbah, atau pun tiada. Atau pun, cuba korek-korek teks khutbah yang lepas-lepas. Pastikan benarkah ianya terjadi atau pun tidak...

Apa-apa pun, kali ini, aku selitkan apa kata Imam an Nawawi di dalam kitabnya; kitab majmuk... Moga kalian ada respon atas isu ini...

أما الأحكام ) فقال أصحابنا : فروض الخطبة خمسة , ثلاثة متفق عليها واثنان مختلف فيهما ( أحدها ) : حمد الله - تعالى - ويتعين لفظ الحمد , ولا يقوم معناه مقامه بالاتفاق .

وأقله الحمد لله ( الثاني ) : الصلاة على رسول الله صلى الله عليه وسلم ويتعين لفظ الصلاة , وذكر إمام الحرمين عن كلام بعض الأصحاب ما يوهم أن لفظي الحمد والصلاة لا يتعينان ولم ينقله وجها مجزوما به , والذي قطع به الأصحاب أنهما متعينان ( الثالث ) : الوصية بتقوى الله - تعالى -

WaAllahua'lam

[+/-] Selengkapnya...